""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 06 Januari 2015

Pudar

tiada lagi kata lepas dari gandewa menjadi bait bait sajak
entah kapan purnama kan mengembang di tengah badai mendung
tak lagi mampu lukis sketsamu bahkan secuil senyum yang dulu bersemayam
pun kerling di mana aku temukan lukisanku di sana kini memudar
hanya rintik yang bercerita tentang malam

Sabtu, 03 Januari 2015

Tahun Baru Nang

"Kamu tidak ke lapangan desa Nang?, bukankah kmrn lurah baru mengumumkan akan ada pesta kembang api.."
"Nang di rumah saja temani Emak, Nang pengen dekat sama Emak, Nang juga tidak tega Mak, diberbagai tempat ada musibah, masak Nang malah pesta"
"Syukurlah Nang kalau kamu bisa merasakan dan melakukan hal demikian, Mak bangga sama kamu Nang"
"Nang cukup dari amben sini sama Mak lihat laut, Nang pengen lihat langit nanti malam, masih ada yg tega berpesta di atas duka saudara kita Mak"
"iya Nang Mak ngerti maksud kamu"
"Mak nang juga pengen tahu, tahun baru ini Bapak pulang atau seperti lebaran kemarin, Bapak tidak pulang"
Mak memelukku tibatiba
"Bersyukurlah Nang, masih ada Emakmu saat ini, jangan kau pikirkan Bapakmu lagi.

Minggu, 07 Desember 2014

Sepenggal sajak

sisa hujaan semalam masih menapak pada sehelai daun
embun mengalah tiada bergelayut
pagi belum benar siap menjemput, terjaga pada lamunan
sepenggal sajak kehidupan meruang
menggeliat manja tersenyum pada kata

Kudekap Malam

Dekap mlam
Berselimut rintik
Simphonikan hati
Rebah luruh kata
Terpatri sajak kerindun

Aku Mantrakan Puisi

Aku mantrakan puisi padamu
Kulantunkan pada langit kurapal pada angin
Meniti menit bersandar pada pundak waktu yang enggan mengerti
Sebelum akhirnya sampai pagi menjemput
Aku mantrakan puisi padamu
Agar teduh bersemayam mekarkan mawar
Sebelum fajar berbisik malam terbirit di penghujung waktu
Aku mantrakan puisi padamu
Agar kukecup bayangmu
enggan kuberbagi pada malam
ingin kurengkuh purnama di balik mendung, kuikat dengan rambutmu
Pun senyum itu merekah lelapkan puisi menyudut di hatimu
2 desember 2014