""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 11 Agustus 2014

Kertas

kertas, mana kertas
kertas yang t'lah kau nodai dengan merah emosimu
akan kukubur anakanak yang t'lah lahir dari rahimmu
anakanak bernama katakata yang membunuhku perlahan

11082014

Kupinang Kertas

ciumlah kertas itu dengan rasamu lalu peluklah dalam hangatmu
ingin kupinang kertas, kunikahi dan lahir anakanak di setiap telaga malam,
hurufhuruf merangkak, berdiri dan bergandengan bahkan berlarian
Lalu, kan aku bimbing kalian hingga tercipta barisbaris baru

selipkanlah kertas pada selasela rambut harummu
biarlah angin lukiskan kabut dalam tiap lembar itu
kita benarbenar pasangan serasi serupa kekasih di malam purnama

10082014

Rabu, 02 Juli 2014

Tiada Lagi Pelangi Untukku

Rintik satusatu begitu mendenting
menusuk meresap membawa sejuta makna
kucoba maknai kepergianmu
kucoba maknai jarum perihkan luka
menyibak waktu simponikan kidung duka

jerit lara tiada kau dengar
sayatan serupa duri kian tajam tiap detik kau tancapkan
menjerit pada ruang sepi tiada gapai jemarimu
tiada dengar rajuk manjamu
sendiri maknai puisi luka pada
langit panas merintik tetes embun
namun tiada pelangi di sana

Jumat, 06 Juni 2014

Menggenang Kenangan Itu

Pernah kucoba tak lagi hadirkan kamu dalam sajakku
tentang kupukupu putih manja hinggap di daun cengkeh
tentang betapa kamu tidak menyukai "bang Rhoma" tapi kamu senang
lagu "syahdu" dalam sebuah buku
Juga tentang pantai dan laut bila senja di matamu

aku telah coba tak lagi tulis kamu dalam sajakku
tentang ego kaku, dan tak mau mengalah
tentang betapa kamu sangat senang angka itu ya "keramat"
atau pun tentang bingungmu bila diam dan menjauh

aku benar mencoba tak lagi imajikan kamu dalam sajakku
tentang ucapmu yang kadang tak sepaham dengan tatapanmu
tentang betapa senyum itu masih saja bersemayam
atau pun tentang sudut simpul di pipi ranummu

aku berkali coba tak hadirkan rohmu dalam sajakku
tapi, masih saja kamu hadir, masih saja ada kamu
mungkin memang aku belum bisa berhenti
menggenang kenangan itu, menggenang tenggelamkan kamu
dalam kata ditiap bait sajaksajakku