""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 19 Agustus 2015

rebah senyum sebait puisi


Rekah dari seraut wajah
pesonakan detik
pada sebuah tatapan waktu
risaukan relung-relung hampa
pun nyatabukanlah sebuah mimpi
di balik kerudung kau pancarkan

Kau terlalu kuat dan aku lemah menjauhimu
Jangan sembunyikan di balik rerimbun waktu
rebahlah bersama sajak rindu

Kamis, 13 Agustus 2015

Malam Meremang

Riuh celoteh anak-anak bermain,
simphoni sendok piring di warung tenda,
tafakur hening di atas menara masjid
dan sekelompok mata menatap tajam batu-batuan di bawah lampu,
aku hanya terdiam nikmati lesehan
di antara tiga pasang remaja berpelukan manja bersandar pada pundak malam

Senin, 22 Juni 2015

Fatamorgana

Pada selaksa lengkung di sudut pipimu
ada kata pernah terangkai, dan
ada sajak yang tak pernah kau maknai

Seribu Luka

senja tikam semburat merah kemudian berlalu
pun seribu luka menganga

Minggu, 21 Juni 2015

Sesendok Luka dari Semangkok Duka

kupeluk remah-remah cahaya bulan
pun serpihan bintang tertuang dalam semangkok duka
terombang-ambing sesal, kesal, kental kuseduh perlahan
memutar dalam guratan waktu yang tak pernah ada jawab

seorang lelaki lusuh memukul mangkok dengan selogam uang receh
denting tak berirama iringi lenguh suara yang tak jelas notasinya
pun satu denting mendendang menelusup sergap kesadaranku
serupa resah lampu-lampu, tertunduk silau pantulkan pernikpernik luka
kuteguk kembali sesendok luka dari semangkok duka
malam masih tipis bermandi remah-remah cahaya bulan